MZG
Goa Maharani Zoo
Goa alam istana maharani merupakan anugerah dari Allah SWT yang patut disyukuri sebab mendatangkan rezeki bagi pemerintah Kabupaten Lamongan serta bagi masyarakat sekitar Goa Maharani dan kawasan Paciran.
Menurut ilmu geologi, yaitu ilmu yang mempelajari lapisan tanah bumi serta bebatuan, dijelaskan bahwa terjadinya gunung-gunung kapur yang didalamnya terdapat gua-gua rekahan yang yang dulunya merupakan jalan aliran lahar yang meleleh, yang terjadi pada zaman Mesozoikum antara 135-140 juta tahun yang lalu. Goa maharani menyimpan misteri keindahan abadi yang patut direnungkan, indah dilihat, dinikmati sebagai anugerah Ilahi, serta perlu dijaga kelestariannya.
Sejarah Goa Maharani
Pada hari kamis tanggal 6 agustus 1992 dengan tidak sengaja Goa Maharani ditemukan oleh Sugeng dari Tanggul-Paciran. Dia seorang pekerja keras penambang batu koral bahan pupuk fosfat dan dolomit yang dijual ke Surabaya,Gresik, dan lain lain. Di depan gua itu ada ceruk atau cekungan batu kapur dalam bahasa Jawa disebut relung yang saat itu terisi oleh tanah merah gembur cocok untuk pupuk tanaman. Pada tanggal 6 Agustus 1992, tampak mandor Sunyoto dan 4 pekerja kasarnya salah satunya bernama Sugeng. Pada saat semua beristirahat sugeng malah melanjutkan pekerjaanya. Pada waktu linggisnya terantuk tebing batuan kapur, lantas berbunyi: “jross...jross...”. pada ketika itulah mengetahui bahwa di depannya pada balik dinding kapur terdapat ruangan berupa goa atau rongga udara. Pada saat itulah Sugeng menemukan Goa Maharani.
Pemberian Nama Goa Maharani
Keunikan telah terjadi ketika memberi nama goa ini, banyak sekali orang-orang yang mengusulkan nama untuk goa baru ini baik dari pejabat maupun dari masyarakat. Pemberian nama Goa Maharani ini dibuat oleh H.R.Mohammad Faried, SH selaku bupati Kota Lamongan. Jadi Goa Maharani itu adalah goa yang dikuasai oleh wanita cantik yang bermahkota warna-warni nan indah.
Letak Goa Maharani
Lokasi Goa Alam Istana Maharani berada 200 m dari Pantai Laut Jawa yang berada di kawasan wisata panti Tanjung Kodok Kecamatan Paciran, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kini Goa Maharani berada di Wisata Bahari Lamogan (WBL) pada Jalan Raya Paciran (jl. Daendels) dan masuk ke selatan 50 m yang bagian depannya telah disulap menjadi kebun binatang (zoo) yang lengkap dan tertata rapi, bersih, menarik, terdapat berbagai macam binatang darat, laut, dan udara.
Keberadaan Goa Maharani yang sekarang, menjadi Maharani Zoo dan Goa (MAZOGO) adalah di jalan Pantai Utara Jawa di pertengahan antara Gresik dan Tuban atau berada di jalan raya pantai antara Surabaya dan Semarang.
Lokasi Goa Maharani atau Mazogo sangat strategis sebagai tempat wisata atau tempat peristirahatan dalam perjalanan wisata budaya ziarah ke Makam Wali Songo di sepanjang pantai-pantai utara Jawa.
Isi Goa Maharani
Semua nama yang ada dalam Goa Maharani mengandung falsafah kehidupan yang baik, isi batuan yang diberi nama-nama dengan bahasa Jawa Kuno sesuai bentuk dan keadaannya.
Ada dua pembagian Goa Maharani, yakni:
1. Garbha Jawi (gerbang luar) yang terdiri dari dua ruangan (relung, ceruk, cekungan ruang) disebut Relung Andika(Ruang Tinggi) dan Relung Balemuko (Ruang Pertemuan Depan). Kedua relung ini sebagai Dwijanmo (Dua Manusia, Dua Bentuk) adalah tamsil bahwa segala sesuatu di alam ini diciptakan Allah SWT berpasangan, misalnya pria-wanita, hidup-mati, siang-malam, air-api, bumi-langit dan sebagainya.
2. Garbha Lebet yang terdiri dari dua bagian hamparan tanah kapur diberi nama Pelataran Jobo dan Pelataran Jero. Diantara dua pelataran ini ada Paseban Maharani yang merupakan ruangan luas yang dikelilingi jalan berpagar besi untuk para pengunjung.
Paseban Maharani dikelilingi oleh 7 relung disebut Sapto Wujuding Janmo (Tujuh Perwujudan Manusia) dengan nama dan sebutannya sebagai berikut :
1. EKO RELUNG BUWONO (satu ruangan bumi)
Berisi : Sekar Kantil Kembar, Sekar Melati Suci, Srintil Bumi, dll.
2. DWI RELUNG AGNI (dua ruangan api)
Berisi : Rogo Sukmo, Godho Buwono, Ilat Nogo, dll.
3. TRI RELUNG BAYU (tiga ruangan angin)
Berisi : Sekar Kenongo, Umpak Paseban Pendadaran, dll.
4. CATUR RELUNG TIRTO (empat ruangan air)
Berisi : Selo Penembahan, Welud Kuning, Tirto Salju Sutro, dll.
5. PONCO RELUNG JIWO (lima ruangan jiwa)
Berisi : Umpak Paseban Perenungan, Sekar Kenikir Gading, dll.
6. SATTO RELUNG ROGO (enam ruangan raga)
Berisi : Selo Ampean, Wojo Ifrid, Selo Tasbih Suci, dll.
7. SAPTO RELUNG SUKMO (tujuh ruangan sukma)
Ketujuh sifat dan materi kasar – halus ini menunjukkan bahwa manusia hidup karena 7 unsur. Yaitu :
1. Unsur tanah
2. Unsur bumi
3. Unsur api (panas badan 37’C)
4. Unsur air mata, ludah, ingus
5. Unsur jiwa ( nyawa, nafas, lahir)
6. Unsur Raga (bentuk tuh kabar)
7. Unsur sukma (ruh, akal, batin)
Sejarah zoo di Goa Maharani
Saat pertama kali di resmikan kawasan wisata ini hanya berupa goa wisata saja, namun seiring ramainya kunjungan wisata ke Goa Maharai, maka mulai tahun 2008 di tambahkan lagi kawasan wisata di dalam Goa Maharani yaitu Maharani Zoo yang mengoleksi beragam hewan dari beberapa benua di dunia, selain itu kawasan yang memiliki luas total 3,7 hektar ini juga sangat nyaman untuk di kunjungi karena memiliki beragam fasilitas yang cukup memadai.
Goa Maharani & Zoo sendiri mengusung konsep gaya Afrika dengan menyajikan sarana edukasi, konservasi dan rekreasi yang dijadikan satu dengan beragam fasilitas diantaranya adalah :
Goa Maharani & Zoo sendiri mengusung konsep gaya Afrika dengan menyajikan sarana edukasi, konservasi dan rekreasi yang dijadikan satu dengan beragam fasilitas diantaranya adalah :
- Taman Satwa
- Gem Stone Gallery
- Galeri Satwa
- Inca
- Dan tentunya Goa Mahari yang tetap di pertahankan keasliannya.
Untuk Harga Tiket Masuknya adalah :
♦WEEKDAY ( Senin - Kamis )
- MZG : Rp. 49.000,-
- WBL : Rp. 70.000,-
- TERUSAN : Rp. 91.000,-
♦WEEKEND ( Jum'at - Minggu dan Musim Liburan )
- MZG : Rp. 70.000,-
- WBL : Rp. 100.000,-
- TERUSAN : Rp. 130.000,-





0 Response to "MZG"
Posting Komentar